Author: etruel

  • Tips Belanja dengan QRIS Agar Tidak Boros

    Tips Belanja dengan QRIS Agar Tidak Boros

    QRIS tidak secara otomatis membuat seseorang menjadi lebih boros. Kebiasaan belanja dipengaruhi oleh cara mengelola keuangan, bukan metode pembayarannya. Dengan memahami cara menggunakan QRIS payment secara bijak, kamu tetap dapat menikmati kemudahan transaksi tanpa mengganggu anggaran bulanan.

    Kini, QRIS pembayaran sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari membeli kopi, membayar parkir, hingga berbelanja di pasar tradisional, semuanya bisa dilakukan hanya dengan memindai QR Code. Namun, kemudahan ini juga memunculkan anggapan bahwa QRIS membuat orang lebih mudah mengeluarkan uang.

    Mengapa QRIS Dianggap Bikin Boros?

    Ada beberapa alasan mengapa sebagian orang merasa pengeluarannya meningkat setelah lebih sering menggunakan QRIS.

    1. Transaksi Terasa Lebih Praktis

    Cukup membuka aplikasi mobile banking atau dompet digital, lalu memindai QR Code untuk menyelesaikan pembayaran dalam hitungan detik.

    Karena prosesnya cepat, sebagian orang menjadi kurang menyadari jumlah pengeluaran yang telah dilakukan.

    2. Tidak Menggunakan Uang Tunai

    Saat membayar dengan uang tunai, kamu dapat melihat langsung jumlah uang yang keluar dari dompet.

    Sebaliknya, pembayaran digital membuat transaksi terasa lebih praktis sehingga beberapa orang cenderung kurang memperhatikan total pengeluaran jika tidak rutin mengecek riwayat transaksi.

    3. Belanja Lebih Sering

    QRIS kini tersedia di berbagai jenis merchant, mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan.

    Kemudahan ini membuat transaksi menjadi lebih mudah dilakukan kapan saja, sehingga penting untuk tetap berbelanja sesuai kebutuhan.

    Jadi, QRIS Bikin Boros atau Tidak?

    Jawabannya, tidak selalu.

    QRIS hanyalah metode pembayaran. Sama seperti kartu debit atau uang tunai, QRIS tidak menentukan apakah seseorang akan boros atau hemat. Kebiasaan mengelola keuangan tetap menjadi faktor utama.

    Jika kamu memiliki anggaran yang jelas dan disiplin dalam menggunakannya, pembayaran melalui QRIS tetap dapat membantu transaksi menjadi lebih praktis.

    Tips Menggunakan QRIS agar Tetap Hemat

    Supaya pembayaran digital tetap mendukung pengelolaan keuangan, kamu dapat menerapkan beberapa kebiasaan berikut.

    Tentukan Anggaran Harian

    Sebelum berbelanja, tentukan batas pengeluaran harian atau mingguan.

    Cara ini membantu kamu lebih mudah mengontrol pengeluaran meskipun pembayaran dilakukan secara digital.

    Rutin Mengecek Riwayat Transaksi

    Luangkan waktu untuk melihat kembali transaksi yang telah dilakukan.

    Dengan begitu, kamu dapat mengetahui ke mana saja pengeluaran dialokasikan dan mengevaluasi kebiasaan belanja.

    Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

    Kemudahan pembayaran sebaiknya tidak menjadi alasan untuk membeli barang yang sebenarnya belum diperlukan.

    Membuat daftar prioritas sebelum berbelanja dapat membantu menghindari pembelian impulsif.

    QRIS Apakah Ada Biaya Admin?

    Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah, QRIS apakah ada biaya admin?

    Bagi konsumen, transaksi QRIS umumnya tidak dikenakan biaya tambahan. Namun, kebijakan dapat berbeda untuk jenis transaksi tertentu atau mengikuti ketentuan yang berlaku.

    Sementara itu, bagi merchant, terdapat Merchant Discount Rate (MDR) yang besarannya ditetapkan sesuai kebijakan Bank Indonesia dan kategori merchant yang bersangkutan.

    Karena itu, selalu periksa informasi biaya yang berlaku pada penyedia layanan pembayaran yang digunakan.

    Bagaimana dengan QRIS Antarnegara?

    Selain digunakan di dalam negeri, kini tersedia implementasi QRIS antarnegara melalui kerja sama Bank Indonesia dengan otoritas sistem pembayaran di beberapa negara.

    Layanan ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran menggunakan QRIS di merchant tertentu di negara mitra yang telah mendukung layanan tersebut.

    Ketersediaan negara tujuan, penyedia layanan, serta mekanisme transaksi mengikuti ketentuan yang berlaku dan dapat berkembang seiring perluasan kerja sama internasional.

    Nikmati Kemudahan QRIS Payment di neobank

    Melalui aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, kamu dapat melakukan QRIS payment untuk berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari di merchant yang menerima pembayaran QRIS.

    Dengan QRIS neobank, proses pembayaran menjadi lebih praktis karena cukup memindai QR Code melalui aplikasi. Setelah transaksi berhasil, kamu juga dapat melihat riwayat pembayaran sehingga lebih mudah memantau pengeluaran.

    Selain itu, ada promo menarik di merchant tertentu sesuai program yang sedang berlangsung. Untuk informasi lengkap terkait berbagai promo merchant di neobank, kunjungi: https://s.id/neopromomerchant 

    Jadi, selain membantu transaksi menjadi lebih mudah, kamu juga bisa memanfaatkan promo yang tersedia untuk mengelola pengeluaran sehari-hari dengan lebih bijak.

    Sebelum bertransaksi, pastikan selalu memeriksa syarat dan ketentuan promo yang berlaku pada masing-masing merchant dan periode program.

    ***

    Jika ingin mempelajari fitur QRIS neobank, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store.Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman QRIS neobank di website resmi Bank Neo Commerce

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

    Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing UMKM Kopi melalui Program TJSL PTPN I

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing UMKM Kopi melalui Program TJSL PTPN I

    JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara melalui Sub Holding PTPN I (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan mesin roasting kopi kepada UMKM binaan di Kabupaten Pesawaran, Lampung, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

    “PTPN I memandang UMKM sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Karena itu, Program TJSL kami arahkan tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas, dan daya saing pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan,” ujar Aris.

    Menurut Aris, komoditas kopi memiliki prospek yang sangat besar sebagai produk unggulan daerah. Dukungan terhadap pelaku usaha menjadi bagian dari kontribusi PTPN I dalam memperkuat hilirisasi produk perkebunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

    “Kami ingin bantuan yang diberikan benar-benar menghadirkan manfaat jangka panjang. Ketika produktivitas UMKM meningkat, kualitas produknya semakin baik, dan akses pasarnya semakin luas, maka manfaat ekonomi akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah esensi kehadiran PTPN I sebagai perusahaan yang bertumbuh bersama lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

    Bantuan mesin roasting tersebut diserahkan oleh Asisten Humas, Protokoler, dan TJSL PTPN I Regional 7, Skondra Syarief, kepada pelaku UMKM kopi binaan, Sapturi, di Dusun Kampung Sawah, Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Selasa (30/6/2026).

    Skondra Syarief menjelaskan bahwa bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi kualitas hasil sangrai, serta memberikan nilai tambah bagi produk kopi lokal sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    Sementara itu, Sapturi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PTPN I. Selama ini proses roasting masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dengan hasil yang belum seragam.

    “Dengan mesin ini, proses produksi menjadi lebih cepat, hasil sangrai lebih merata, dan kami dapat memenuhi permintaan pasar dalam jumlah yang lebih besar. Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan usaha kopi,” ujar Sapturi.

    Melalui Program TJSL, Perkebunan Nusantara melalui PTPN I terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai bersama (creating shared value) melalui pengembangan UMKM yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung penguatan hilirisasi komoditas perkebunan serta pembangunan ekonomi yang inklusif di wilayah operasional perusahaan.

    Press Release juga sudah tayang di VRITIMES (more…)

  • Pertamina Foundation Bekali Lebih dari 500 Calon Awardee Beasiswa Sobat Bumi Hadapi Tahap Wawancara

    Pertamina Foundation Bekali Lebih dari 500 Calon Awardee Beasiswa Sobat Bumi Hadapi Tahap Wawancara

    Jakarta, 31 Juli 2026 – Pertamina Foundation sebagai pelaksana Program Beasiswa Sobat Bumi 2026 membekali lebih dari 500 calon awardee melalui kegiatan Capacity Building Persiapan Wawancara bertajuk Stand Out & Ace Your Scholarship Interview: Personal Branding for Future Leaders.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi Beasiswa Sobat Bumi Tahun 2026, yang dirancang untuk membantu para peserta mempersiapkan diri menghadapi tahapan wawancara, sekaligus memperkuat kemampuan membangun personal branding, menyampaikan pengalaman secara autentik, serta mengomunikasikan potensi dan nilai diri yang selaras dengan karakter calon pemimpin masa depan.

    Hadir sebagai narasumber, HR Practitioner sekaligus Content Creator Vina Muliana, yang membagikan berbagai strategi menghadapi proses wawancara beasiswa. Dalam sesinya, Vina mengajak peserta memahami pentingnya mengenali personal value, membangun personal branding yang kuat, menyusun storytelling berdasarkan pengalaman dan pencapaian, serta menampilkan diri secara percaya diri dan autentik di hadapan pewawancara. Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi tanya jawab interaktif yang membahas berbagai tantangan dan strategi menghadapi proses seleksi.

    Vina Muliana menekankan bahwa proses wawancara bukanlah ajang untuk menjadi sosok yang sempurna, melainkan kesempatan untuk menunjukkan nilai diri dan pengalaman yang dimiliki secara jujur.

    “Personal branding bukan berarti menjadi orang lain, tetapi memahami nilai diri dan mampu mengomunikasikannya dengan jujur. Wawancara adalah kesempatan untuk menunjukkan siapa diri kita, bukan sekadar apa yang pernah kita capai. Tunjukkan versi terbaik dari diri sendiri, karena kejujuran dan konsistensi justru menjadi nilai yang paling diingat oleh pewawancara,” ujar Vina Muliana.

    Manager CSR PT Pertamina (Persero), Roby Hervindo, menyampaikan bahwa tingginya minat terhadap Program Beasiswa Sobat Bumi menunjukkan besarnya semangat generasi muda Indonesia untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat.

    “Tahun 2026, total pendaftar Program Beasiswa Sobat Bumi sebanyak 25.811 aplikasi yang berasal dari 47 perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia. Angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi mencerminkan besarnya semangat generasi muda Indonesia untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Roby.

    Roby menambahkan bahwa wawancara bukan sekadar tahapan untuk mengukur prestasi akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan karakter, motivasi, kepemimpinan, serta komitmennya terhadap keberlanjutan.

    “Kami tidak hanya ingin mengetahui apa saja prestasi yang telah diraih peserta. Yang jauh lebih penting adalah mengenal siapa mereka sebenarnya, bagaimana mereka bertumbuh, menghadapi tantangan, serta kontribusi yang ingin mereka hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, jadilah diri sendiri dan sampaikan pengalaman secara jujur,” tambahnya.

    Sementara itu, Vice President Pemberdayaan Masyarakat Pertamina Foundation, Probo Prasidhahayu, menegaskan bahwa Program Beasiswa Sobat Bumi dirancang untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

    “Program Beasiswa Sobat Bumi bukan sekadar bantuan akademik. Kami mencari generasi muda yang memiliki paket lengkap, unggul secara akademik, memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial yang tinggi, serta komitmen kuat terhadap keberlanjutan,” ungkap Probo.

    Menurut Probo, tahapan wawancara merupakan fase krusial dalam proses seleksi karena menjadi ruang untuk menggali karakter, motivasi, potensi kepemimpinan, serta kesesuaian nilai peserta dengan semangat Sobat Bumi.

    “Personal branding bukan tentang memalsukan diri agar terlihat sempurna, melainkan tentang mengenali keunikan diri, menyusun storytelling yang bermakna, dan menampilkan versi terbaik dari diri sendiri. Itulah yang ingin kami bantu melalui kegiatan Capacity Building ini,” jelasnya.

    Melalui kegiatan ini, Pertamina Foundation berharap seluruh peserta dapat menghadapi tahapan wawancara dengan lebih siap dan percaya diri, serta mampu menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki. Lebih dari sekadar mempersiapkan proses seleksi, Capacity Building ini diharapkan menjadi bekal awal bagi calon awardee untuk terus bertumbuh sebagai generasi muda yang adaptif, berintegritas, dan mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan melalui semangat keberlanjutan.

    Press Release juga sudah tayang di VRITIMES (more…)