Blog

  • Pilihan Mobil Makin Beragam di GIIAS 2026, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Lebih Terukur

    Jakarta, 3 Agustus 2026 – Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tidak hanya menjadi ajang bagi masyarakat untuk melihat perkembangan terbaru industri otomotif, tetapi juga momentum untuk mempertimbangkan pilihan kendaraan dan skema pembiayaan yang sesuai. Memanfaatkan momentum tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan solusi pembiayaan mobil baru yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial konsumen.

    Berlangsung pada 30 Juli–9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, GIIAS 2026 menghadirkan lebih dari 60 merek otomotif global dan mengusung tema “Eye of the Future”. Perhelatan ini turut menampilkan perkembangan teknologi kendaraan pintar dan mobilitas ramah lingkungan, seiring semakin beragamnya pilihan kendaraan yang tersedia bagi masyarakat, termasuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

    Pertumbuhan kendaraan listrik menjadi salah satu perkembangan yang turut mewarnai pasar otomotif nasional. Data GAIKINDO menunjukkan, porsi battery electric vehicle (BEV) terhadap pasar mobil nasional mencapai sekitar 15,6% per Maret 2026, meningkat dari 12,9% pada akhir 2025. Penjualan BEV pada periode tersebut mencapai 33.146 unit, tumbuh 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. GAIKINDO memperkirakan pangsa BEV dapat mencapai sekitar 19–20% pada akhir 2026.

    Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan semakin beragamnya pilihan kendaraan membuat konsumen perlu mempertimbangkan kepemilikan kendaraan secara lebih menyeluruh, termasuk dari sisi pembiayaan.

    “GIIAS memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan mencoba langsung berbagai pilihan kendaraan sebelum menentukan pilihannya. Setelah menemukan kendaraan yang sesuai, perencanaan pembiayaan menjadi bagian penting agar keputusan tersebut tetap sejalan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Di sinilah BRI Finance hadir untuk memberikan pilihan pembiayaan yang dapat membantu konsumen merencanakan kepemilikan kendaraan secara lebih terukur,” ujar Dhani.

    Untuk mendukung kebutuhan tersebut, BRI Finance menawarkan pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga 5 tahun. Penawaran ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan baru, termasuk mereka yang tengah mempertimbangkan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi.

    “Preferensi masyarakat terhadap kendaraan terus berkembang, baik dari sisi model maupun teknologi. Kami ingin memastikan perkembangan tersebut turut diikuti dengan akses terhadap solusi pembiayaan yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih leluasa menentukan kendaraan pilihannya sekaligus merencanakan pembiayaannya,” tambah Dhani.

    Melalui momentum GIIAS 2026, BRI Finance mendorong konsumen untuk tidak berhenti pada pengalaman melihat dan mencoba kendaraan, tetapi juga melanjutkan proses tersebut dengan memahami kemampuan finansial dan pilihan pembiayaan yang tersedia. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen BRI Finance untuk menjadi mitra pembiayaan yang mendukung masyarakat dalam mengambil keputusan kepemilikan kendaraan secara lebih terencana.

    Masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut maupun mengajukan pembiayaan dapat mengakses bit.ly/JadiAda atau menghubungi Official WhatsApp BRI Finance di (+62) 811-1937-0838.

  • Hadirkan BRIF Sunday Auto Corner, BRI Finance Mudahkan Warga Bali Wujudkan Mobil Impian

    Denpasar, 2 Agustus 2026 – Masyarakat Denpasar dan sekitarnya kini punya lebih banyak pilihan untuk mencari kendaraan baru sekaligus mendapatkan solusi pembiayaan dalam satu kesempatan. PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRIF Sunday Auto Corner, pameran kendaraan yang digelar setiap hari Minggu sepanjang Agustus di BRI Regional Office Renon Denpasar.

    Pameran berlangsung pada 2, 9, 16, dan 23 Agustus 2026, dengan menghadirkan sejumlah merek kendaraan, di antaranya Wuling, Jetour, dan Chery. Kegiatan ini terbuka bagi nasabah BRI maupun masyarakat umum, sehingga masyarakat dapat melihat langsung pilihan kendaraan yang tersedia sekaligus memperoleh informasi mengenai skema pembiayaan.

    Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Melalui BRIF Sunday Auto Corner, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang sedang mencari kendaraan baru dengan menghadirkan pilihan kendaraan dan solusi pembiayaan dalam satu lokasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat Denpasar dan sekitarnya untuk menemukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.”

    Selama periode pameran, BRI Finance menawarkan pembiayaan mobil baru dengan suku bunga mulai dari 3,28% untuk tenor 1 tahun. Tidak hanya itu, konsumen yang melakukan pemesanan kendaraan selama periode pameran juga berkesempatan mendapatkan free BRIZZI senilai Rp1 juta, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

    Kehadiran BRIF Sunday Auto Corner menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengeksplorasi berbagai pilihan kendaraan dari merek yang berpartisipasi sekaligus mendapatkan informasi pembiayaan secara langsung. Dengan pelaksanaan pada hari Minggu, pameran ini juga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin meluangkan waktu untuk melihat dan mempertimbangkan pilihan kendaraan.

    “Kami mengundang masyarakat untuk datang langsung ke BRIF Sunday Auto Corner selama periode pameran. Selain melihat berbagai pilihan kendaraan, masyarakat juga dapat berkonsultasi mengenai pembiayaan dan memanfaatkan penawaran khusus yang kami hadirkan selama event berlangsung,” tutup Dhani.

    (more…)

  • Perawatan LRT Jabodebek Berlangsung Saat Malam, Tim Kesehatan Jaga Kondisi Petugas

    Saat sebagian besar masyarakat beristirahat pada malam hari, ratusan petugas LRT Jabodebek justru mulai bekerja. Dalam rentang waktu beberapa jam, mereka memeriksa kereta, jalur rel, sistem persinyalan, stasiun, hingga third rail. Seluruh pekerjaan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan LRT Jabodebek kembali beroperasi dengan aman, andal, dan siap melayani masyarakat pada keesokan harinya.

    Pekerjaan pada malam hari menuntut ketelitian, konsentrasi, serta kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, selain memastikan kesiapan sarana dan prasarana, LRT Jabodebek juga memberikan perhatian terhadap kesehatan para petugas yang menjalankan pekerjaan tersebut melalui pemantauan kesehatan secara berkala.

    Sebagai bagian dari upaya tersebut, Tim Kesehatan LRT Jabodebek menyelenggarakan sosialisasi kesehatan serta pemeriksaan kesehatan bagi petugas shift malam. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta pembagian multivitamin, susu, dan buah untuk membantu menjaga kebugaran petugas selama menjalankan tugas.

    Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa kesehatan petugas merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan perawatan yang dilakukan setiap malam.

    “Sebagian besar pekerjaan pemeliharaan dan persiapan operasional LRT Jabodebek dilakukan pada malam hari ketika layanan kereta telah selesai beroperasi. Karena itu, menjaga kondisi kesehatan petugas khususnya shift malam menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh pekerjaan perawatan dapat dilakukan secara optimal sehingga layanan siap digunakan masyarakat pada pagi harinya,” ujar Radhitya.

    Pola kerja malam memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan stamina, konsentrasi, dan kesiapan fisik yang baik. Oleh sebab itu, pemantauan kesehatan dilakukan sebagai langkah preventif untuk mendeteksi faktor risiko kesehatan sejak dini sekaligus memastikan petugas tetap berada dalam kondisi yang layak menjalankan tugas.

    “Keselamatan dan keandalan layanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kesiapan petugas yang melakukan pemeriksaan dan perawatan setiap malam. Melalui pemantauan kesehatan secara berkala, dapat memastikan para petugas dapat bekerja secara sehat, aman, dan optimal sehingga masyarakat dapat menikmati layanan LRT Jabodebek dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

    Selain pemeriksaan kesehatan, para petugas juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, mengatur waktu istirahat, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta mencegah gangguan kesehatan yang berpotensi memengaruhi kinerja selama bertugas.

    Bagi LRT Jabodebek, pekerja merupakan aset utama dalam penyelenggaraan layanan transportasi publik. Melalui pemantauan kesehatan yang dilakukan secara berkala, perusahaan berupaya mendukung kesiapan petugas dalam melaksanakan perawatan malam sehingga operasional LRT Jabodebek dapat terus berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat.

    (more…)

  • “Escudo de las Américas”: el nuevo Plan Cóndor

    “Escudo de las Américas”: el nuevo Plan Cóndor

    Santiago de Chile, Academia de Guerra del Ejército, 25 de noviembre de 1975, hace 51 años. En un salón se reúnen los jefes de los servicios de inteligencia de los ultraderechistas, Jorge Rafael Videla, Hugo Banzer, Alfredo Stroessner, Juan María Bordaberry y Augusto Pinochet, para fundar el Sistema Cóndor: la transnacional represiva.

    (more…)

  • Recuperan un mural que la dictadura de Pinochet mantuvo oculto

    Recuperan un mural que la dictadura de Pinochet mantuvo oculto

    La restauración de la pieza “Principio y Fin” del artista Julio Escámez representa un esfuerzo colectivo por rescatar la memoria histórica.

    (more…)

  • De la Espriella traslada su investidura este viernes a Cali para apoyar a las Fuerzas Armadas

    De la Espriella traslada su investidura este viernes a Cali para apoyar a las Fuerzas Armadas

    El mandatario saliente Gustavo Petro convocó a formar unas “guardias libertadoras” que hagan frente a las medidas regresivas que quiera imponer el próximo gobierno.

    (more…)

  • Tips Belanja dengan QRIS Agar Tidak Boros

    Tips Belanja dengan QRIS Agar Tidak Boros

    QRIS tidak secara otomatis membuat seseorang menjadi lebih boros. Kebiasaan belanja dipengaruhi oleh cara mengelola keuangan, bukan metode pembayarannya. Dengan memahami cara menggunakan QRIS payment secara bijak, kamu tetap dapat menikmati kemudahan transaksi tanpa mengganggu anggaran bulanan.

    Kini, QRIS pembayaran sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari membeli kopi, membayar parkir, hingga berbelanja di pasar tradisional, semuanya bisa dilakukan hanya dengan memindai QR Code. Namun, kemudahan ini juga memunculkan anggapan bahwa QRIS membuat orang lebih mudah mengeluarkan uang.

    Mengapa QRIS Dianggap Bikin Boros?

    Ada beberapa alasan mengapa sebagian orang merasa pengeluarannya meningkat setelah lebih sering menggunakan QRIS.

    1. Transaksi Terasa Lebih Praktis

    Cukup membuka aplikasi mobile banking atau dompet digital, lalu memindai QR Code untuk menyelesaikan pembayaran dalam hitungan detik.

    Karena prosesnya cepat, sebagian orang menjadi kurang menyadari jumlah pengeluaran yang telah dilakukan.

    2. Tidak Menggunakan Uang Tunai

    Saat membayar dengan uang tunai, kamu dapat melihat langsung jumlah uang yang keluar dari dompet.

    Sebaliknya, pembayaran digital membuat transaksi terasa lebih praktis sehingga beberapa orang cenderung kurang memperhatikan total pengeluaran jika tidak rutin mengecek riwayat transaksi.

    3. Belanja Lebih Sering

    QRIS kini tersedia di berbagai jenis merchant, mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan.

    Kemudahan ini membuat transaksi menjadi lebih mudah dilakukan kapan saja, sehingga penting untuk tetap berbelanja sesuai kebutuhan.

    Jadi, QRIS Bikin Boros atau Tidak?

    Jawabannya, tidak selalu.

    QRIS hanyalah metode pembayaran. Sama seperti kartu debit atau uang tunai, QRIS tidak menentukan apakah seseorang akan boros atau hemat. Kebiasaan mengelola keuangan tetap menjadi faktor utama.

    Jika kamu memiliki anggaran yang jelas dan disiplin dalam menggunakannya, pembayaran melalui QRIS tetap dapat membantu transaksi menjadi lebih praktis.

    Tips Menggunakan QRIS agar Tetap Hemat

    Supaya pembayaran digital tetap mendukung pengelolaan keuangan, kamu dapat menerapkan beberapa kebiasaan berikut.

    Tentukan Anggaran Harian

    Sebelum berbelanja, tentukan batas pengeluaran harian atau mingguan.

    Cara ini membantu kamu lebih mudah mengontrol pengeluaran meskipun pembayaran dilakukan secara digital.

    Rutin Mengecek Riwayat Transaksi

    Luangkan waktu untuk melihat kembali transaksi yang telah dilakukan.

    Dengan begitu, kamu dapat mengetahui ke mana saja pengeluaran dialokasikan dan mengevaluasi kebiasaan belanja.

    Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

    Kemudahan pembayaran sebaiknya tidak menjadi alasan untuk membeli barang yang sebenarnya belum diperlukan.

    Membuat daftar prioritas sebelum berbelanja dapat membantu menghindari pembelian impulsif.

    QRIS Apakah Ada Biaya Admin?

    Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah, QRIS apakah ada biaya admin?

    Bagi konsumen, transaksi QRIS umumnya tidak dikenakan biaya tambahan. Namun, kebijakan dapat berbeda untuk jenis transaksi tertentu atau mengikuti ketentuan yang berlaku.

    Sementara itu, bagi merchant, terdapat Merchant Discount Rate (MDR) yang besarannya ditetapkan sesuai kebijakan Bank Indonesia dan kategori merchant yang bersangkutan.

    Karena itu, selalu periksa informasi biaya yang berlaku pada penyedia layanan pembayaran yang digunakan.

    Bagaimana dengan QRIS Antarnegara?

    Selain digunakan di dalam negeri, kini tersedia implementasi QRIS antarnegara melalui kerja sama Bank Indonesia dengan otoritas sistem pembayaran di beberapa negara.

    Layanan ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran menggunakan QRIS di merchant tertentu di negara mitra yang telah mendukung layanan tersebut.

    Ketersediaan negara tujuan, penyedia layanan, serta mekanisme transaksi mengikuti ketentuan yang berlaku dan dapat berkembang seiring perluasan kerja sama internasional.

    Nikmati Kemudahan QRIS Payment di neobank

    Melalui aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, kamu dapat melakukan QRIS payment untuk berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari di merchant yang menerima pembayaran QRIS.

    Dengan QRIS neobank, proses pembayaran menjadi lebih praktis karena cukup memindai QR Code melalui aplikasi. Setelah transaksi berhasil, kamu juga dapat melihat riwayat pembayaran sehingga lebih mudah memantau pengeluaran.

    Selain itu, ada promo menarik di merchant tertentu sesuai program yang sedang berlangsung. Untuk informasi lengkap terkait berbagai promo merchant di neobank, kunjungi: https://s.id/neopromomerchant 

    Jadi, selain membantu transaksi menjadi lebih mudah, kamu juga bisa memanfaatkan promo yang tersedia untuk mengelola pengeluaran sehari-hari dengan lebih bijak.

    Sebelum bertransaksi, pastikan selalu memeriksa syarat dan ketentuan promo yang berlaku pada masing-masing merchant dan periode program.

    ***

    Jika ingin mempelajari fitur QRIS neobank, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store.Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman QRIS neobank di website resmi Bank Neo Commerce

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

    Press Release juga sudah tayang di VRITIMES (more…)

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing UMKM Kopi melalui Program TJSL PTPN I

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing UMKM Kopi melalui Program TJSL PTPN I

    JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara melalui Sub Holding PTPN I (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan mesin roasting kopi kepada UMKM binaan di Kabupaten Pesawaran, Lampung, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

    “PTPN I memandang UMKM sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Karena itu, Program TJSL kami arahkan tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas, dan daya saing pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan,” ujar Aris.

    Menurut Aris, komoditas kopi memiliki prospek yang sangat besar sebagai produk unggulan daerah. Dukungan terhadap pelaku usaha menjadi bagian dari kontribusi PTPN I dalam memperkuat hilirisasi produk perkebunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

    “Kami ingin bantuan yang diberikan benar-benar menghadirkan manfaat jangka panjang. Ketika produktivitas UMKM meningkat, kualitas produknya semakin baik, dan akses pasarnya semakin luas, maka manfaat ekonomi akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah esensi kehadiran PTPN I sebagai perusahaan yang bertumbuh bersama lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

    Bantuan mesin roasting tersebut diserahkan oleh Asisten Humas, Protokoler, dan TJSL PTPN I Regional 7, Skondra Syarief, kepada pelaku UMKM kopi binaan, Sapturi, di Dusun Kampung Sawah, Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Selasa (30/6/2026).

    Skondra Syarief menjelaskan bahwa bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi kualitas hasil sangrai, serta memberikan nilai tambah bagi produk kopi lokal sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    Sementara itu, Sapturi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PTPN I. Selama ini proses roasting masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dengan hasil yang belum seragam.

    “Dengan mesin ini, proses produksi menjadi lebih cepat, hasil sangrai lebih merata, dan kami dapat memenuhi permintaan pasar dalam jumlah yang lebih besar. Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan usaha kopi,” ujar Sapturi.

    Melalui Program TJSL, Perkebunan Nusantara melalui PTPN I terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai bersama (creating shared value) melalui pengembangan UMKM yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung penguatan hilirisasi komoditas perkebunan serta pembangunan ekonomi yang inklusif di wilayah operasional perusahaan.

    Press Release juga sudah tayang di VRITIMES (more…)

  • Pertamina Foundation Bekali Lebih dari 500 Calon Awardee Beasiswa Sobat Bumi Hadapi Tahap Wawancara

    Pertamina Foundation Bekali Lebih dari 500 Calon Awardee Beasiswa Sobat Bumi Hadapi Tahap Wawancara

    Jakarta, 31 Juli 2026 – Pertamina Foundation sebagai pelaksana Program Beasiswa Sobat Bumi 2026 membekali lebih dari 500 calon awardee melalui kegiatan Capacity Building Persiapan Wawancara bertajuk Stand Out & Ace Your Scholarship Interview: Personal Branding for Future Leaders.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi Beasiswa Sobat Bumi Tahun 2026, yang dirancang untuk membantu para peserta mempersiapkan diri menghadapi tahapan wawancara, sekaligus memperkuat kemampuan membangun personal branding, menyampaikan pengalaman secara autentik, serta mengomunikasikan potensi dan nilai diri yang selaras dengan karakter calon pemimpin masa depan.

    Hadir sebagai narasumber, HR Practitioner sekaligus Content Creator Vina Muliana, yang membagikan berbagai strategi menghadapi proses wawancara beasiswa. Dalam sesinya, Vina mengajak peserta memahami pentingnya mengenali personal value, membangun personal branding yang kuat, menyusun storytelling berdasarkan pengalaman dan pencapaian, serta menampilkan diri secara percaya diri dan autentik di hadapan pewawancara. Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi tanya jawab interaktif yang membahas berbagai tantangan dan strategi menghadapi proses seleksi.

    Vina Muliana menekankan bahwa proses wawancara bukanlah ajang untuk menjadi sosok yang sempurna, melainkan kesempatan untuk menunjukkan nilai diri dan pengalaman yang dimiliki secara jujur.

    “Personal branding bukan berarti menjadi orang lain, tetapi memahami nilai diri dan mampu mengomunikasikannya dengan jujur. Wawancara adalah kesempatan untuk menunjukkan siapa diri kita, bukan sekadar apa yang pernah kita capai. Tunjukkan versi terbaik dari diri sendiri, karena kejujuran dan konsistensi justru menjadi nilai yang paling diingat oleh pewawancara,” ujar Vina Muliana.

    Manager CSR PT Pertamina (Persero), Roby Hervindo, menyampaikan bahwa tingginya minat terhadap Program Beasiswa Sobat Bumi menunjukkan besarnya semangat generasi muda Indonesia untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat.

    “Tahun 2026, total pendaftar Program Beasiswa Sobat Bumi sebanyak 25.811 aplikasi yang berasal dari 47 perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia. Angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi mencerminkan besarnya semangat generasi muda Indonesia untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Roby.

    Roby menambahkan bahwa wawancara bukan sekadar tahapan untuk mengukur prestasi akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan karakter, motivasi, kepemimpinan, serta komitmennya terhadap keberlanjutan.

    “Kami tidak hanya ingin mengetahui apa saja prestasi yang telah diraih peserta. Yang jauh lebih penting adalah mengenal siapa mereka sebenarnya, bagaimana mereka bertumbuh, menghadapi tantangan, serta kontribusi yang ingin mereka hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, jadilah diri sendiri dan sampaikan pengalaman secara jujur,” tambahnya.

    Sementara itu, Vice President Pemberdayaan Masyarakat Pertamina Foundation, Probo Prasidhahayu, menegaskan bahwa Program Beasiswa Sobat Bumi dirancang untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

    “Program Beasiswa Sobat Bumi bukan sekadar bantuan akademik. Kami mencari generasi muda yang memiliki paket lengkap, unggul secara akademik, memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial yang tinggi, serta komitmen kuat terhadap keberlanjutan,” ungkap Probo.

    Menurut Probo, tahapan wawancara merupakan fase krusial dalam proses seleksi karena menjadi ruang untuk menggali karakter, motivasi, potensi kepemimpinan, serta kesesuaian nilai peserta dengan semangat Sobat Bumi.

    “Personal branding bukan tentang memalsukan diri agar terlihat sempurna, melainkan tentang mengenali keunikan diri, menyusun storytelling yang bermakna, dan menampilkan versi terbaik dari diri sendiri. Itulah yang ingin kami bantu melalui kegiatan Capacity Building ini,” jelasnya.

    Melalui kegiatan ini, Pertamina Foundation berharap seluruh peserta dapat menghadapi tahapan wawancara dengan lebih siap dan percaya diri, serta mampu menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki. Lebih dari sekadar mempersiapkan proses seleksi, Capacity Building ini diharapkan menjadi bekal awal bagi calon awardee untuk terus bertumbuh sebagai generasi muda yang adaptif, berintegritas, dan mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan melalui semangat keberlanjutan.

    Press Release juga sudah tayang di VRITIMES (more…)

  • Can the Democratic Party Be Saved? Full Interview with Dr. Abdul El-Sayed

    Summary | Video | Transcript (condensed) | Credits

    Michigan Senate Race: Interview with Dr. Abdul El‐Sayed — Summary and Condensed Transcript

    Context: With the Michigan Democratic primary on August 4, 2026, the contest between progressive candidate Dr. Abdul El‐Sayed and establishment candidate Haley Stephens has drawn national attention. This piece summarizes a raw, unedited interview conducted by TRNN Editor‐in‐Chief Maximillian Alvarez in Saginaw, Michigan. For the original video and full coverage, see the TRNN report: TRNN — Full Unedited Interview.

    Image: Photo of Abdul El‐Sayed speaking at a rally. Source and context are indicated in the original TRNN post linked above.

    Watch the interview: YouTube — Full Interview

    Key points (neutral summary)

    • Campaign setting: Michigan’s Senate race is framed as a pivotal contest. The primary will determine the Democratic nominee to face the general election opponent.
    • Personal growth: El‐Sayed contrasts his 2018 gubernatorial campaign with his 2026 Senate campaign, noting personal changes (age, family, responsibilities) and political experience gained since then.
    • Diagnosis of political problems: He argues that Donald Trump is a symptom of deeper systemic issues—specifically corporate influence, wage suppression, and the erosion of democratic accountability—and that addressing symptoms alone is insufficient.
    • Public service experience: El‐Sayed cites his tenure leading the Wayne County health department as grounding in technical, practical, and political problem solving—skills he says would help in the Senate.
    • Democratic Party critique: He acknowledges voter disillusionment with the Democratic Party, criticizes corporate donor influence, and positions himself as a candidate who does not accept corporate PAC money.
    • Message to voters in places like Saginaw: He emphasizes presence, listening to residents, honesty about the pace of change, and building long‐term coalitions rather than promising instant fixes.
    • Identity and motivation: Drawing on family history and summers in Egypt, El‐Sayed explains that his work is motivated by a desire to expand opportunity and remove barriers experienced by immigrant and minority communities.
    • On fear and courage: He acknowledges fear about the country’s direction but frames public engagement as a moral and spiritual responsibility; he encourages reflection about personal risk and collective action.

    Condensed transcript (selected excerpts, neutral tone)

    Opening: Maximillian Alvarez interviews Dr. Abdul El‐Sayed in Saginaw. They recall their first meeting during El‐Sayed’s 2018 gubernatorial run and discuss how both the country and El‐Sayed have changed.

    On Trumpism and the underlying problem: El‐Sayed says that Donald Trump is a symptom rather than the root cause. The deeper issue, he says, is a system that allows corporate and billionaire influence over politics, which depresses wages and raises costs for ordinary people. He argues the U.S. did not sufficiently address that underlying “disease” after 2016.

    Personal growth and family: El‐Sayed contrasts his 2018 life—single, younger, limited public service—with his current life—older, married, father of two, homeowner—and describes how parenting and public health training have changed his approach to politics and governing.

    Wayne County public health role: He describes managing a large, complex county health department with many employees, budgets, and programs, and suggests that experience is directly relevant to technical and practical work in the Senate, particularly on health, public health infrastructure, and emergent issues like AI.

    Critique of the Democratic Party: El‐Sayed says many voters feel alienated from party elites who accept corporate funding. He positions himself as a “Democrat with a lowercase d” who refuses corporate money and advocates for a coherent narrative that explains who benefits when jobs are lost or healthcare becomes unaffordable.

    Reaching places like Saginaw: He emphasizes showing up, being vulnerable, listening, and being honest about timelines. He rejects promises of instant cures, favoring a strategy of organizing, advocacy, and long‐term coalition building tailored to local needs.

    Motivation and identity: El‐Sayed speaks about summers in Egypt with his grandmother, the opportunities he received in the U.S., and a desire to extend similar opportunities to other children. He frames his campaign as an effort to reduce the “asterisk” that can attach to the American identity of immigrants and their children.

    Fear and civic courage: He acknowledges fear about the country’s direction and about personal risk, and encourages supporters to reflect on what courage means to them—being willing to accept personal sacrifice to protect others. He frames this as both a moral and spiritual exercise.

    Selected quotes (cleaned and neutral)

    On the root problem: “Donald Trump is the worst symptom of the disease—corporate and billionaire influence over politics—that we failed to cure.”

    On public service experience: “Running Wayne County’s health department taught me how to bring technical, practical, and political work together.”

    On Democratic Party reform: “We should stop taking money from the people who created the problem. If we want a coherent narrative, we have to be able to name who benefits when people lose jobs or healthcare.”

    On working with communities like Saginaw: “You reach people by showing up, listening, being honest, and building things over time rather than promising instant fixes.”

    Credits

    • Interview: Maximillian Alvarez, TRNN Editor‐in‐Chief — The Real News Network
    • Interviewee: Dr. Abdul El‐Sayed — see his bio on Wikipedia
    • Videography: Maximillian Alvarez
    • Post‐production: David Hebden

    Related links

    If you would like the full, verbatim transcript organized and edited for clarity, or a plain‐text downloadable transcript file, I can generate that next. Would you like a complete transcript, a shorter Q&A extract, or a formatted article-ready version?

    (more…)