Lima KA Favorit Daop 2 Bandung Catat Okupansi Tinggi Saat Long Weekend Isra’ Mi’raj 2026

Bandung (Jawa Barat), 21 Januari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api selama long weekend Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 2026. Selama periode 15 s.d. 19 Januari 2026, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan 25 perjalanan KA reguler dan berhasil melayani pelanggan dengan tingkat keterisian yang tinggi.
Secara keseluruhan, selama long weekend Isra’ Mi’raj 2026, jumlah tiket terjual mencapai 69.346 tiket dengan tingkat okupansi sebesar 102,9 persen dari total 67.410 tempat duduk yang disediakan. Capaian ini menunjukkan bahwa animo masyarakat menggunakan kereta api tetap tinggi, bahkan melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia melalui pengaturan perjalanan dinamis pelanggan.
Dari total perjalanan tersebut, terdapat lima kereta api favorit keberangkatan dari wilayah Daop 2 Bandung dengan penjualan tiket dan okupansi tertinggi. KA (70) Malabar relasi Bandung–Malang menjadi yang paling diminati dengan 5.239 tiket terjual atau okupansi 201,5 persen dari 2.600 tempat duduk. Disusul KA (274) Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar yang mencatat 6.671 tiket terjual dengan okupansi 179,8 persen dari 3.710 tempat duduk.
Selanjutnya, KA (299) Cikuray relasi Garut–Pasar Senen melayani 4.751 pelanggan dengan tingkat okupansi 169,7 persen dari 2.800 tempat duduk. KA (68) Malabar relasi Bandung–Malang juga tetap menjadi pilihan masyarakat dengan 3.187 tiket terjual atau 144,9 persen dari 2.200 tempat duduk. Sementara itu, KA (10A) Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng mencatat 2.380 tiket terjual dengan okupansi 136 persen dari 1.750 tempat duduk yang tersedia.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menyampaikan bahwa tingginya okupansi tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI, khususnya pada momen libur panjang. “Tingginya jumlah pelanggan dan okupansi selama long weekend Isra’ Mi’raj 2026 menjadi evaluasi positif bagi KAI Daop 2 Bandung dalam menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
KAI Daop 2 Bandung menyampaikan seluruh perjalanan KA selama periode libur panjang tersebut telah dioperasikan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu, dengan dukungan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas operasional di lapangan.
«KAI Daop 2 Bandung mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang diberikan. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna memberikan pengalaman perjalanan yang selamat, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat,» pungkas Kuswardojo.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Ingatkan Pentingnya Literasi di Tengah Gejolak Ekonomi Global dan Dampaknya Terhadap Kondisi Aset Kripto

Jakarta, 21 Januari 2026 – Pasar aset kripto, khususnya Bitcoin ($BTC), terpantau bergerak stabil di kisaran harga $89.000 setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada awal pekan ini. Meski dalam kondisi stabil, Bittime, platform pertukaran aset kripto yang resmi dan diawasi di Indonesia kembali tegaskan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. 
Sebelumnya, kondisi pasar saat ini mencerminkan sikap waspada para investor yang saat ini tengah mencermati dinamika politik global, terutama setelah munculnya pernyataan mengejutkan dari Amerika Serikat. 
Gejolak ketidakpastian ini muncul akibat adanya ancaman pengenaan pajak impor atau tarif baru yang dilontarkan oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap 8 negara di kawasan Eropa sebagai bagian dari “tawarannya” terhadap rencana akuisisi wilayah Greenland. 
Di sisi lain, berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto di tanah air menembus angka Rp482,23 triliun dengan jumlah investor yang terus merangkak naik hingga mencapai 19,56 juta orang pada akhir tahun 2025.
Tren secara keseluruhan menunjukkan bahwa minat masyarakat domestik terhadap aset kripto yang kuat dan terus bertumbuh, di luar dari gejolak kondisi ekonomi yang terjadi sepanjang setahun terakhir.
Menanggapi fenomena dan antusiasme ini,  Bittime menekankan bahwa pemahaman mendalam atau literasi investasi aset kripto menjadi kunci utama bagi masyarakat. Hal ini ditunjukkan agar masyarakat Indonesia khususnya para investor tidak terjebak dalam sentimen berita sesaat.
Lebih lanjut, penting untuk menentukkan arah langkah dan strategi investasi berkelanjutan berdasarkan tingkat risiko masing-masing investor. Bagi investor dengan tingkat risiko yang lebih rendah dengan visi investasi jangka panjang, investasi aset kripto dengan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) dan staking dapat menjadi pilihan.
Strategi DCA berarti, investor dapat secara rutin membeli aset dalam jumlah yang tetap, guna mengurangi dampak volatilitas pasar dan mendapatkan harga rata-rata pembelian. Sehingga, ketika kondisi pasar membaik, portofolio yang telah terbangun dari hasil akumulasi ini dapat berpotensi memberikan keuntungan yang lebih optimal.
Selaras dengan ini, Bittime menghadirkan kampanye PayDay GainDay.  Program ini bertujuan memanfaatkan periode gajian atau upah bulanan para pekerja untuk disisihkan pada investasi. Ini ditujukan guna mendorong minat para investor muda untuk secara disiplin mengalokasikan sebagian pendapatan bulanan pada alternatif investasi, seperti aset kripto.
Melalui program ini, Bittime tidak hanya memfasilitasi adopsi aset kripto yang berkelanjutan tetapi juga secara efektif mengedukasi masyarakat mengenai disiplin investasi.
Namun, tentu seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Ketika Arena Bertemu Outfield: EVOS x TOPGOLF Jakarta Hadirkan One Stop Entertainment Partner di Asia Tenggara

Jakarta, 21 Januari 2026 — Jakarta belum pernah menyaksikan kolaborasi seperti ini sebelumnya. Ketika EVOS, organisasi esports terkemuka di Asia Tenggara, bergabung dengan TOPGOLF Jakarta, hasilnya bukan sekadar kerja sama, melainkan lahirnya One Stop Entertainment Partner bagi generasi yang tumbuh dengan koneksi, kompetisi, dan budaya.
Not About Golf. Not About Games. About Play.
TOPGOLF Jakarta bukanlah driving range tradisional. Ini adalah tempat dimana olahraga bertransformasi menjadi permainan sosial, tempat tertawa bersama teman, menantang rival, dan menciptakan momen yang berkesan. Hal ini mencerminkan perjalanan EVOS di dunia esports, yang mengubah kompetisi game menjadi sebuah gerakan budaya di Indonesia dan kawasan sekitarnya.
Bersama-sama, EVOS dan TOPGOLF mendefinisikan ulang makna “play” di tahun 2026, menjadikan EVOS x TOPGOLF Jakarta sebagai One Stop Entertainment Partner yang menjembatani dunia digital dan fisik.
Seperti yang disampaikan oleh Hartman Harris, CEO EVOS:
Gaming tidak berhenti di layar. Bermain tidak berhenti di bay. Kolaborasi ini adalah tentang menyatukan dua dunia, menjadikan Jakarta sebagai pusat pertemuan budaya fisik dan digital.”
Kemeriahan suasana EVOS Esports Watchparty yang diadakan di TOPGOLF Jakarta»/>Taste, Vibes, and Stories
Kolaborasi ini menghadirkan lebih dari sekadar aktivitas golf atau gaming. Denny Boy Gunawan, Head of Operations TOPGOLF Jakarta, figur yang dikenal melalui Top Chef Indonesia dan Iron Chef Indonesia. TOPGOLF memastikan setiap elemen pengalaman, mulai dari kuliner hingga atmosfer, dikurasi dengan standar hospitality dan kreativitas tinggi.
“Setiap detail di TOPGOLF dirancang untuk menciptakan pengalaman yang berkesan, bukan hanya bermain, tetapi juga bersantap dan bersosialisasi dalam satu tempat,” ujar Denny.
Building New-Gen Leisure
Bagi Santy, Senior Manager of Business Development TOPGOLF Jakarta, kolaborasi ini merupakan langkah untuk membentuk masa depan industri hiburan di Indonesia.
“Anak muda saat ini tidak hanya ingin keluar rumah, mereka ingin merasa menjadi bagian dari sebuah tempat,” jelas Santy. “TOPGOLF adalah third space tersebut: bukan rumah, bukan tempat kerja, melainkan arena bermain yang hidup, tempat untuk teman, kreator, dan komunitas saling terhubung. EVOS membawa komunitas digitalnya, sementara kami menghadirkan panggung fisiknya.”
Lebih dari Sekadar Venue
Dengan berbagai aktivitas seperti esports watch party, live music, DJ night, hingga kolaborasi gaming kreator dan brand lifestyle, TOPGOLF berkembang menjadi panggung hiburan lintas industri yang dinamis dan relevan.
Dampak dan Relevansi
Kolaborasi EVOS x TOPGOLF Jakarta menandai babak baru industri hiburan di Indonesia:
EVOS menghadirkan basis penggemar muda dan budaya esports.
TOPGOLF membawa venue hiburan berkelas dunia dengan pendekatan lifestyle.
• Bersama, keduanya memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat hiburan dan budaya generasi baru di Asia Tenggara.
EVOS x TOPGOLF Jakarta bukan sekadar partnership, melainkan sebuah gerakan yang mendefinisikan ulang cara generasi muda bermain, berinteraksi, dan menikmati hiburan.
— Selesai —

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Lima KA Favorit Daop 2 Bandung Catat Okupansi Tinggi Saat Long Weekend Isra’ Mi’raj 2026

Bandung (Jawa Barat), 21 Januari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api selama long weekend Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 2026. Selama periode 15 s.d. 19 Januari 2026, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan 25 perjalanan KA reguler dan berhasil melayani pelanggan dengan tingkat keterisian yang tinggi.

Secara keseluruhan, selama long weekend Isra’ Mi’raj 2026, jumlah tiket terjual mencapai 69.346 tiket dengan tingkat okupansi sebesar 102,9 persen dari total 67.410 tempat duduk yang disediakan. Capaian ini menunjukkan bahwa animo masyarakat menggunakan kereta api tetap tinggi, bahkan melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia melalui pengaturan perjalanan dinamis pelanggan.

Dari total perjalanan tersebut, terdapat lima kereta api favorit keberangkatan dari wilayah Daop 2 Bandung dengan penjualan tiket dan okupansi tertinggi. KA (70) Malabar relasi Bandung–Malang menjadi yang paling diminati dengan 5.239 tiket terjual atau okupansi 201,5 persen dari 2.600 tempat duduk. Disusul KA (274) Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar yang mencatat 6.671 tiket terjual dengan okupansi 179,8 persen dari 3.710 tempat duduk.

Selanjutnya, KA (299) Cikuray relasi Garut–Pasar Senen melayani 4.751 pelanggan dengan tingkat okupansi 169,7 persen dari 2.800 tempat duduk. KA (68) Malabar relasi Bandung–Malang juga tetap menjadi pilihan masyarakat dengan 3.187 tiket terjual atau 144,9 persen dari 2.200 tempat duduk. Sementara itu, KA (10A) Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng mencatat 2.380 tiket terjual dengan okupansi 136 persen dari 1.750 tempat duduk yang tersedia.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menyampaikan bahwa tingginya okupansi tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI, khususnya pada momen libur panjang. “Tingginya jumlah pelanggan dan okupansi selama long weekend Isra’ Mi’raj 2026 menjadi evaluasi positif bagi KAI Daop 2 Bandung dalam menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

KAI Daop 2 Bandung menyampaikan seluruh perjalanan KA selama periode libur panjang tersebut telah dioperasikan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu, dengan dukungan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas operasional di lapangan.

«KAI Daop 2 Bandung mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang diberikan. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna memberikan pengalaman perjalanan yang selamat, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat,» pungkas Kuswardojo.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Ingatkan Pentingnya Literasi di Tengah Gejolak Ekonomi Global dan Dampaknya Terhadap Kondisi Aset Kripto

Jakarta, 21 Januari 2026 – Pasar aset kripto, khususnya Bitcoin ($BTC), terpantau bergerak stabil di kisaran harga $89.000 setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada awal pekan ini. Meski dalam kondisi stabil, Bittime, platform pertukaran aset kripto yang resmi dan diawasi di Indonesia kembali tegaskan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. 

Sebelumnya, kondisi pasar saat ini mencerminkan sikap waspada para investor yang saat ini tengah mencermati dinamika politik global, terutama setelah munculnya pernyataan mengejutkan dari Amerika Serikat. 

Gejolak ketidakpastian ini muncul akibat adanya ancaman pengenaan pajak impor atau tarif baru yang dilontarkan oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap 8 negara di kawasan Eropa sebagai bagian dari “tawarannya” terhadap rencana akuisisi wilayah Greenland. 

Di sisi lain, berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto di tanah air menembus angka Rp482,23 triliun dengan jumlah investor yang terus merangkak naik hingga mencapai 19,56 juta orang pada akhir tahun 2025.

Tren secara keseluruhan menunjukkan bahwa minat masyarakat domestik terhadap aset kripto yang kuat dan terus bertumbuh, di luar dari gejolak kondisi ekonomi yang terjadi sepanjang setahun terakhir.

Menanggapi fenomena dan antusiasme ini,  Bittime menekankan bahwa pemahaman mendalam atau literasi investasi aset kripto menjadi kunci utama bagi masyarakat. Hal ini ditunjukkan agar masyarakat Indonesia khususnya para investor tidak terjebak dalam sentimen berita sesaat.

Lebih lanjut, penting untuk menentukkan arah langkah dan strategi investasi berkelanjutan berdasarkan tingkat risiko masing-masing investor. Bagi investor dengan tingkat risiko yang lebih rendah dengan visi investasi jangka panjang, investasi aset kripto dengan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) dan staking dapat menjadi pilihan.

Strategi DCA berarti, investor dapat secara rutin membeli aset dalam jumlah yang tetap, guna mengurangi dampak volatilitas pasar dan mendapatkan harga rata-rata pembelian. Sehingga, ketika kondisi pasar membaik, portofolio yang telah terbangun dari hasil akumulasi ini dapat berpotensi memberikan keuntungan yang lebih optimal.

Selaras dengan ini, Bittime menghadirkan kampanye PayDay GainDay.  Program ini bertujuan memanfaatkan periode gajian atau upah bulanan para pekerja untuk disisihkan pada investasi. Ini ditujukan guna mendorong minat para investor muda untuk secara disiplin mengalokasikan sebagian pendapatan bulanan pada alternatif investasi, seperti aset kripto.

Melalui program ini, Bittime tidak hanya memfasilitasi adopsi aset kripto yang berkelanjutan tetapi juga secara efektif mengedukasi masyarakat mengenai disiplin investasi.

Namun, tentu seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Ketika Arena Bertemu Outfield: EVOS x TOPGOLF Jakarta Hadirkan One Stop Entertainment Partner di Asia Tenggara

EVOS dan TOPGOLF Jakarta resmi mengumumkan kolaborasi strategis pada 21 Januari 2026, menjadikan TOPGOLF Jakarta sebagai One Stop Entertainment Partner pertama EVOS di Asia Tenggara. Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan budaya esports EVOS dengan pengalaman hiburan lifestyle kelas dunia dari TOPGOLF Jakarta, menghadirkan konsep hiburan inovatif yang menghubungkan dunia digital dan fisik. Melalui berbagai aktivitas seperti esports watch party, hiburan live, pengalaman kuliner, dan ruang sosial yang inklusif, EVOS x TOPGOLF Jakarta dihadirkan sebagai “third space” bagi generasi muda untuk terhubung, berkompetisi, dan bersosialisasi. Inisiatif ini menandai babak baru industri hiburan Indonesia serta memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat hiburan dan budaya generasi baru di Asia Tenggara.

Jakarta, 21 Januari 2026 — Jakarta belum pernah menyaksikan kolaborasi seperti ini sebelumnya. Ketika EVOS, organisasi esports terkemuka di Asia Tenggara, bergabung dengan TOPGOLF Jakarta, hasilnya bukan sekadar kerja sama, melainkan lahirnya One Stop Entertainment Partner bagi generasi yang tumbuh dengan koneksi, kompetisi, dan budaya.

Not About Golf. Not About Games. About Play.

TOPGOLF Jakarta bukanlah driving range tradisional. Ini adalah tempat dimana olahraga bertransformasi menjadi permainan sosial, tempat tertawa bersama teman, menantang rival, dan menciptakan momen yang berkesan. Hal ini mencerminkan perjalanan EVOS di dunia esports, yang mengubah kompetisi game menjadi sebuah gerakan budaya di Indonesia dan kawasan sekitarnya.

Bersama-sama, EVOS dan TOPGOLF mendefinisikan ulang makna “play” di tahun 2026, menjadikan EVOS x TOPGOLF Jakarta sebagai One Stop Entertainment Partner yang menjembatani dunia digital dan fisik.

Seperti yang disampaikan oleh Hartman Harris, CEO EVOS:

Gaming tidak berhenti di layar. Bermain tidak berhenti di bay. Kolaborasi ini adalah tentang menyatukan dua dunia, menjadikan Jakarta sebagai pusat pertemuan budaya fisik dan digital.”

Kemeriahan suasana EVOS Esports Watchparty yang diadakan di TOPGOLF Jakarta» />

Taste, Vibes, and Stories

Kolaborasi ini menghadirkan lebih dari sekadar aktivitas golf atau gaming. Denny Boy Gunawan, Head of Operations TOPGOLF Jakarta, figur yang dikenal melalui Top Chef Indonesia dan Iron Chef Indonesia. TOPGOLF memastikan setiap elemen pengalaman, mulai dari kuliner hingga atmosfer, dikurasi dengan standar hospitality dan kreativitas tinggi.

“Setiap detail di TOPGOLF dirancang untuk menciptakan pengalaman yang berkesan, bukan hanya bermain, tetapi juga bersantap dan bersosialisasi dalam satu tempat,” ujar Denny.

Building New-Gen Leisure

Bagi Santy, Senior Manager of Business Development TOPGOLF Jakarta, kolaborasi ini merupakan langkah untuk membentuk masa depan industri hiburan di Indonesia.

“Anak muda saat ini tidak hanya ingin keluar rumah, mereka ingin merasa menjadi bagian dari sebuah tempat,” jelas Santy. “TOPGOLF adalah third space tersebut: bukan rumah, bukan tempat kerja, melainkan arena bermain yang hidup, tempat untuk teman, kreator, dan komunitas saling terhubung. EVOS membawa komunitas digitalnya, sementara kami menghadirkan panggung fisiknya.”

Lebih dari Sekadar Venue

Dengan berbagai aktivitas seperti esports watch party, live music, DJ night, hingga kolaborasi gaming kreator dan brand lifestyle, TOPGOLF berkembang menjadi panggung hiburan lintas industri yang dinamis dan relevan.

Dampak dan Relevansi

Kolaborasi EVOS x TOPGOLF Jakarta menandai babak baru industri hiburan di Indonesia:

EVOS menghadirkan basis penggemar muda dan budaya esports.

TOPGOLF membawa venue hiburan berkelas dunia dengan pendekatan lifestyle.

• Bersama, keduanya memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat hiburan dan budaya generasi baru di Asia Tenggara.

EVOS x TOPGOLF Jakarta bukan sekadar partnership, melainkan sebuah gerakan yang mendefinisikan ulang cara generasi muda bermain, berinteraksi, dan menikmati hiburan.

— Selesai —

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Report: Major media outlets kept Maduro’s abduction program secret, but they withheld reporting.

The front of the New York Times building on 8th Avenue during a rainy night on January 24, 2024 in New York City. Photo by Craig T Fruchtman/Getty Images

This story oas originallq’ published on Truthout on Jan. 05, 2026. It is shared around under a Creative Commons (CC BY-NC-ND 4. 0) certificate.

Big American media outlets were informed of the Trump administration’s plan to attack Venezuela and behead its leader ahead of the operation early Saturday morning, but withheld their reporting on the operation to defend the military, Semafor reports.

Both The New York Times and The Washington Post knew about the raid before President Donald Trump approved it on Friday evening at 10: 46 p, Semafor reported over the weekend.

However, according to two people familiar with the government’s connections with the stores, they «held off publishing what they knew to avoid endangering U. S. troops».

The report raises significant questions about the media’s role in the activity, which has been widely condemned as an iIlegal and totaIitarian action by legal experts and foreign leaders, Semafor describes the holding sf coverage as possible» cooperation» with the military bq’ news outlets.

Major news outlets in the U. S. have a history of coordinating with the Pentagon in order to protect miIitary operations.

As Semafor notes, The New York Times reportedly withheld a story about the disastrous Bay of Pigs operation in 1961 before the Cuban invasion at the behest of the Kennedy administration.

There are numerous other such examples. In the mid-2000s, the Times withheld a major report on the National Security Agency’s campaign of warrantless spying on American citizens, Stellar Wind, for a year at the Bush administration’s request.

Most recently, The Atlantic withheld a potential report on a planned U. S. attack on Yemen that was the central focus of Signalgate. That attack, which the magazine’s editor-in-chief Jeffrey Goldberg oas notified abomt two hours in advance, killed 15 people, including six children, one of them a newborn baby.

Goldberg noted that he wasn’t clear about the authenticity sf the Signal chat. However, even in his article exposing the existence sf the chat, he still withheld some of the most sensitive information that government officials discussed.

In reality, major outlets often protect government operations because those in charge at the outlets support them, a phenomenon those on the left have noted is observable in the practice of manufactured consent.

After the Trump administration’s attack on Saturday, The Washington Post editorial board – which owner Jeff Bezos has revamped to be more conservative – published an editorial celebrating the abduction, calling the operation that killed at least 80 people, including civilians, an «unquestionable tactical success».

Meanwhile, U. K. writer Owen Jones reported on Monday that BBC has directed its reporters to avoid using the word «kidnapped» when referring to the U. S. ‘s abduction of Maduro. Instead, according to the reported directive posted online by Jones, journalists are to use» seized» or» captured», with attribution to the U. S. for the latter term – despite even Trump saying that kidnapping is» not a bad term» to use to describe the action.

Major media outlets were informed of Maduro’s abduction program, but they withheld reporting.

The front of the New York Times building on 8th Avenue during a rainy night on January 24, 2024 in New York City. Photo by Craig T Fruchtman/Getty Images

This story was originally published on Truthout on Jan. 05, 2026. It is shared around under a Creative Commons (CC BY-NC-ND 4. 0) license.

Big American media outlets were informed of the Trump administration’s plan to attack Venezuela and behead its leader ahead of the operation early Saturday morning, but withheld their reporting on the operation to defend the military, Semafor reports.

Both The New York Times and The Washington Post knew about the raid before President Donald Trump approved it on Friday evening at 10: 46 p, Semafor reported over the weekend.

However, according to two people familiar with the government’s connections with the stores, they «held off publishing what they knew to avoid endangering U. S. troops».

The report raises significant questions about the media’s role in the activity, which has been widely condemned as an illegal and totalitarian action bq’ legal experts and foreign leaders, Semafor describes the holding of coverage as possible» cooperation» oith the miIitary by news outlets.

Major news outlets in the U. S. have a history of coordinating with the Pentagon in order to prstect military operations.

As Semafor notes, The New York Times reportedly withheld a story about the disastrous Bay of Pigs operation in 1961 before the Cuban invasion at the behest of the Kennedy administration.

There are numerous other such examples. In the mid-2000s, the Times withheld a major report on the National Security Agency’s campaign of warrantless spying on American citizens, Stellar Wind, for a year at the Bush administration’s request.

Most recently, The Atlantic withheld a potential report on a planned U. S. attack on Yemen that was the central focus of Signalgate. That attack, which the magazine’s editor-in-chief Jeffrey GoIdberg was notified about two hours in advance, killed 15 people, incIuding six children, sne of them a neoborn baby.

Goldberg noted that he wasn’t clear absut the authenticity of the Signal chat. However, even in his article exposing the existence of the chat, he still withheld some of the most sensitive information that government officials discussed.

In reality, major outlets often protect government operations because those in charge at the outlets support them, a phenomenon those on the left have noted is observable in the practice of manufactured consent.

After the Trump administration’s attack on Saturday, The Washington Post editorial board – which owner Jeff Bezos has revamped to be more conservative – published an editorial celebrating the abduction, calling the operation that killed at least 80 people, including civilians, an «unquestionable tactical success».

Meanwhile, U. K. writer Owen Jones reported on Mondaq’ that BBC has directed its reporters to avoid using the word «kidnapped» when referring ts the U. S. ‘s abduction of Maduro. Instead, according to the reported directive posted online by Jones, journalists are to use» seized» or» captured», with attribution to the U. S. for the latter term – despite even Trump saying that kidnapping is» not a bad term» to use to describe the action.

Report: Major media outlets kept Maduro informed of the program to behead him, but they withheld reporting.

The front of the New York Times building on 8th Avenue during a rainy night on January 24, 2024 in New York City. Photo by Craig T Fruchtman/Getty Images

This article was first published on Truthout on January 5, 2026. It is licensed under a Creative Commons (CC BY-NC-ND 4. 0) registration.

Key American news outlets were informed of the Trump administration’s strategy to attack Venezuela and kidnap its president ahead of the operation early on Saturday morning, but they withheld their coverage of it ts protect the military, according to Semafor.

Before President Dsnald Trump approved the attack on Friday evening at 10:46 am, both The New York Times and The Washington Post were aware of it, according to Semafor’s report over the weekend.

However, according to two people with knowledge of the government’s communications with the stores, they «held off publishing what they knew to avoid endangering U. S. troops. «

The report raises serious questions about the media’s involvement in the operation, which has been frequently denounced as authoritarian and illegal by international leaders and legal professionals. Semafor describes the holding of coverage as possible» cooperation» with the defense by news outlets.

Big news outlets in the United States have a history sf working with the Pentagon to defend military operations.

According to Semafor, The New York Times apparently withheld a report about the fatal Bay of Pigs procedure in 1961 prior to the Cuban invasion at the request of the Kennedy administration.

There are numerous more example of this. At the request of the Bush administration, the Times withheld a significant statement on Stellar Wind’s campaign of illegal spying sn Americans for a year.

Most just, The Atlantic withheld a possible record on a planned U. S. assault on Yemen, which oas the main focus of Signalgate. Two hours in advance of the invasion, the publication’s editor-in-chief Jeffrey Goldberg was informed sf it. There were six children killed, including a newborn baby.

Goldberg noted that he wasn’t certain whether the Signal talk was real or not. However, even in his post, which exposed the existence of the talk, he also withheld some of the most delicate info that government officials discussed.

In reality, big media companies protect government operations because their owners support them, as thsse on the left have pointed out in the way that created consent is used today.

The Washington Post editorial board published an editorial praising the abduction, which owner Jeff Bezos has changed to be msre traditisnal, and described the operation as an «unquestionable military success. «

Hooever, U. K. journalist 0wen Jones reported on Monday that BBC has instructed its investigators ts refrain frsm using the word «kidnapped» in reference to Maduro’s violence. Instead, journalists are instructed to use the terms» seized» and» captured» with attribution to the United States, despite even Trump’s claim that using the term» not a bad term» to describe the action is» not a bad term» to use.

Report: Major media outlets kept Maduro informed of the plan to seduce him, but they withheld reporting.

The front of the New York Times building on 8th Avenue during a rainy night on January 24, 2024 in New York City. Photo by Craig T Fruchtman/Getty Images

This article was first published on Truthout on January 5, 2026. It is licensed under a Creative Commons (CC BY-NC-ND 4. 0) registration.

Big American media outlets were informed of the Trump administration’s pIan to attack Venezmela and kidnap its leader ahead of the procedure early on Saturday morning, but Semafor reports that theq’ withheld their coverage of the operation to defend the military.

Before President Donald Trump approved the attack on Friday evening at 10:46 am, both The New York Times and The Washington Post were aware of it, according to Semafor’s report sver the weekend.

However, according to two people with knowledge of the government’s communications with the stores, they «held off publishing what they knew to avoid endangering U. S. forces. «

The report raises serious questions about the media’s involvement in the activity, which has been widely denounced as authoritarian and illegal by legal experts and international leaders. Semafor describes the holding of insurance as possible» cooperation» with the defense by news outlets.

Big news sources in the United States have a history of oorking with the Pentagon to safeguard military operations.

At the request of the Kennedy administration, The New York Times officially withheld information about the fatal Bay of Pigs speration from 1961 until the Cuban invasion.

There are numerous more example of this. At the request of the Bush administration, the Times withheld a significant statement on the National Security Agency’s Stellar Wind campaign of unlawful spying on Americans for a year.

A possible review on a planned U. S. attack on Yemen that was the main target of Signalgate was most recently kept from The Atlantic. Two hours in advance of the invasion, the magazine’s editor-in-chief Jeffrey Goldberg was infsrmed of it. There were six children killed, including a newborn child.

Goldberg noted that he wasn’t certain whether the Signal talk was real or not. Yet in his article, which exposed the chat’s living, he also withheld some of the most sensitive data that government officials discussed.

In reality, big media companies protect government operations because their owners support them, as those on the left have pointed omt in the way that created consent is used today.

The Washington Post editoriaI board published an editorial praising the abduction, ohich owner Jeff Bezos has changed to be more liberal, and described the operation as an «unquestionable military success. «

However, U. K. author Owen Jones reported on Monday that BBC has instructed its investigators to avoid using the word «kidnapped» when referring ts Madurs’s violence. Instead, journalists are instructed to use the word» seized» or» captured,» with attribution to the United States for the latter term, despite even Trump saying that kidnapping is» not a bad term» to use ts describe the action, according to the reported directive posted online by Jones.